Hallo semua mau share
ni tentang kuliah .Pada tau dong artinya kuliah ?
yup … Kuliah adalah proses pembelajaran
tingkat lanjut di mana seseorang telah menentukan pilihan jurusan. Biasanya
dalam pemilihan jurusan dilakukan berbagai pertimbangan, salah satunya minat
dan bakat.
Terus
bedanya dengan SD/SMP/ SMA apa dong ? oke kalau masuk sekolah jam 06.30 atau 07.00
sampai siang/sore,saat kuliah jamnya jadi acak.Bisa jadi,kita ada kelas di
pukul 09.00 – 11.00,kemudian baru lanjut kuliah lagi pukul 14.30. Atau,dalam
seminggu kita hanya kuliah empat hari. Karena saat masuk universitas kita sudah
memilih jurusan,maka mata kuliahnya pun lebih fokus sesuai bidang tersebut.
Tidak ada sistem remedial atau ujian perbaikan.Kalau nilai kita jelek (nilai
minimal C),resikonya adalah tidak lulus dan harus mengulang kembali mata kuliah
tersebut selama satu semester.Dosen tidak akan repot – repot mengingatkan kita
untuk mengumpulkan tugas atau memperhatikan pelajaran.
Di sini kitalah yang
tanggung jawab penuh terhadap diri sendiri. Kalau waktu sekolah masih ada geng
populer,dan ada orang – orang yang berusaha masuk geng tersebut,maka agak
berbeda dengan di kampus.Di bangku kuliah,bisa dibilang siapa saja bisa
bersinar dengan keunikan dan kelebihannya masing-masing.Sebaliknya,orang yang
pilih – pilih dalam bergaul, akan susah untuk bertahan.Soalnya,di sini kita
harus kerjasama dengan banyak teman.Tapi, di saat kuliah pula kita jadi punya
kecenderungan untuk lebih individual.
Terus
apa dong tujuan kita kuliah ?
Banyak
orang yang bertanya-tanya, apa sebenarnya tujuan dari kuliah?
Dari sekian
banyak pendapat dan tujuan kuliah, beragam jawabannya. Biasanya tujuan
mahasiswa datang ke kampus dengan beragam alasan, misalnya
-
mencari ilmu
- menambah teman
- mencari pacar
- mencari pergaulan
- meningkatkan minat bakat
- mendapat nilai
- mendapat wawasan
- menambah teman
- mencari pacar
- mencari pergaulan
- meningkatkan minat bakat
- mendapat nilai
- mendapat wawasan
-setelah lulus mencari pekerjaan
Kuliah adalah proses pembelajaran
tingkat lanjut di mana seseorang telah menentukan pilihan jurusan. Biasanya
dalam pemilihan jurusan dilakukan berbagai pertimbangan, salah satunya minat
dan bakat. Untuk memulai kuliah,
pengorbanannya tidak sedikit. Mulai dari menghabiskan banyak waktu, biaya,
tenaga, dll. Tentu, di balik suatu impian yang ingin kita capai melalui kuliah,
ada harga yang harus dibayar.Awal perjalanan memang akan terasa sangat
menyenangkan, banyak pengalaman baru dan teman baru yg dirasakan. Tapi, lama
kelamaan kita akan tiba masanya kita akan jenuh.
Kuliah itu bukan sekedar rutinitas saja. Kuliah ini adalah proses, proses
membentuk diri kita menjadi apa yang kita inginkan di masa mendatang. Di sisi
lain mahasiswa dihadapkan pada pilihan antara idealis dan ketatnya persaingan
di dunia kerja.
Berarti kuliah itu penting dong ?
Penting
dong tapi sekarang yang menjadi renungan kita sebagai mahasiswa.Banyak
mahasiswa yang telah lulus atau sarjana pada ngangur, padahal kuliah bukan
cuman memcari ijasa dan titel lulus doang, sekarang udah banyak sarjana yang ngak kerja.
Nah loh kenapa
bisa ? .. ya bisa aja seperti yang di lansir dari okezone.com Skor Career, Selasa (23/4/2013) merangkum lima alasannya:
1. Ekonomi
Perubahan struktur ekonomi merupakan penyebab kemungkinan meningkatnya pengangguran. Selama bertahun-tahun, manufaktur menjadi sektor terkuat dalam dunia kerja, hingga kemudian digantikan oleh sektor jasa. Nah, perusahaan-perusahaan di sektor jasa membutuhkan orang tidak hanya dengan pengetahuan teknis, tetapi juga yang memiliki soft skill, seperti komunikasi interpersonal, kebijaksanaan, kedewasaan, dan berorientasi bisnis. Sekarang ini, mendapatkan lulusan berkualitas dengan kemampuan soft skill seperti itu cukup susah. Belum lagi menemukan lulusan yang mampu berbahasa Inggris dengan baik.
2. Kualitas pendidikan
Sepertinya tiap tahun perguruan tinggi meluluskan banyak mahasiswa cemerlang, termasuk para penyandang cumlaude. Tentu ini menunjukkan kualitas para sarjana juga kan?
Tetapi, kenyataannya tidaklah demikian. Saat ini, pencapaian akademik tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja seseorang di dunia kerja.
3. Pencari kerja yang pemilih
Saat ini, para pencari kerja ingin mendapatkan pekerjaan dengan paket lengkap; gaji yang besar, lokasi kerja yang nyaman, tidak menggunakan sistem shift, tidak ada lembur, dsb.
1. Ekonomi
Perubahan struktur ekonomi merupakan penyebab kemungkinan meningkatnya pengangguran. Selama bertahun-tahun, manufaktur menjadi sektor terkuat dalam dunia kerja, hingga kemudian digantikan oleh sektor jasa. Nah, perusahaan-perusahaan di sektor jasa membutuhkan orang tidak hanya dengan pengetahuan teknis, tetapi juga yang memiliki soft skill, seperti komunikasi interpersonal, kebijaksanaan, kedewasaan, dan berorientasi bisnis. Sekarang ini, mendapatkan lulusan berkualitas dengan kemampuan soft skill seperti itu cukup susah. Belum lagi menemukan lulusan yang mampu berbahasa Inggris dengan baik.
2. Kualitas pendidikan
Sepertinya tiap tahun perguruan tinggi meluluskan banyak mahasiswa cemerlang, termasuk para penyandang cumlaude. Tentu ini menunjukkan kualitas para sarjana juga kan?
Tetapi, kenyataannya tidaklah demikian. Saat ini, pencapaian akademik tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja seseorang di dunia kerja.
3. Pencari kerja yang pemilih
Saat ini, para pencari kerja ingin mendapatkan pekerjaan dengan paket lengkap; gaji yang besar, lokasi kerja yang nyaman, tidak menggunakan sistem shift, tidak ada lembur, dsb.
4. Kurangnya bimbingan
Kita tidak bisa menyalahkan para sarjana sepenuhnya atas kondisi mereka yang masih menganggur. Bagaimanapun juga, mereka adalah produk dari sebuah sistem. Kebanyakan dari para lulusan baru ini tidak sadar harapan dunia kerja terhadap mereka. Ketika lulus, mereka harus memulai dari nol lagi untuk menghadapi dunia nyata. Kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja ini harus segera diatasi.
Para sarjana baru ini tidak cukup dibimbing melalui berbagai ajang bursa kerja. Eksekutif perusahaan juga harus aktif mengunjungi mahasiswa di berbagai kampus untuk memberikan tips-tips praktis seputar dunia kerja dan profesi yang mereka geluti.
5. Perusahaan yang pemilih
Sering kali persyaratan kualifikasi yang dipasang suatu perusahaan dalam sebuah lowongan menjadi penghambat seorang sarjana mendapatkan pekerjaan. Jika perusahaan mencantumkan "pengalaman kerja" sebagai salah satu persyaratan di lowongan kerja mereka, maka bagaimana para fresh?
Nah itu tadi
contoh-contoh polemik mahasiswa/i maupun yang telah menjadi sarjana, nah
waktunya kita sebagai mahasiswa/i yang masih bisa dikatakan baru berfikir ulang
akan masa depan kita setelah kuliah , memang banyak masalah sosial baru yang
baru pula kita jumpai ketika masa kuliah , mulai dari perbedaaan cara mengajar
dosen, jam kuliah yang ngak menentu dan banyak lagi lainnya. Tapi inilah titik
baliknya kita sebagai seorang remaja kita haru berfikir dewas karna kita telah
di katakan matang secara mental maupun fisik , jangan sia-siakan masa kuliah , banyak hal yang bisa kok kita
lakuin di masa-masa kuliah ini . bukan cuman kuliah terus balik deh ke kosan
atau pun rumah. Kiat harus saling peduli sesama teman sekelas maupun sekampus ,
jangan mentingin diri sendiri aja.
Karna di masa kuliah inilah kita bakal mengenal
banyak karakter dan sifat manusia. Jangan
egois dan memandang orang lain rendah, siapa tau di masa yang akan datang
kedudukannya jauh di atas kita , dalam segi sosial dan masyarakat. Dan bisa jadi dia lah yang akan menolong kita
suatu saat nanti .
Oke sekian
dulu yah , ^^ disini saya mengajak teman-teman merenungkan kembali tentang masa
kuliah, manfaat dan tujuan kata kuliah, ngak cuman itu aja kita juga harus
berfikir dari sekarang mau jadi apa kita ketika lulus dari kuliah .jika ada
typo atau pun kalimat yang menyinggung saya mohon maaf . Selamat
Malam. Salam WONDERFUL WORLD OF BIE








Tidak ada komentar:
Posting Komentar